Episode ke-II
Dan seharusnya aku merubahmu menjadi
gumpalan tanah, lalu melahirkannya kembali
ketika senja tertawa dan meronta seketika.
Seperti sisir merapikan helai waktu yang rumit.
Dengan begitu kita dapat meluruskan urat - urat takdir
sembari menghamburkan kemesraan;
di episode berikutnya, jika memang ada.
(Episode ke-II, Vila Bonitao)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar